Minggu, 28 Juli 2013

Seoul Dongmyo Shrine (서울동묘)

Niat jalan ke Dongmyo sebenernya bukan ke Kuil Dongmyo, tapi info dari beberapa temen kalo di Dongmyo itu ada pasar barang-barang bekas. Hampir semua barang rumah tangga dari perabot sampai pakaian bekas ada, yang gak di jual cuma istri bekas kayanya....he.
Waktu itu sayah jalan ke Dongmyo sendirian saja dengan subway line 1 ternyata Dongmyo hanya satu station arah ke timur dari Pasar Dongdaemun yang terkenal itu. Waktu itu sayah hanya feeling saja keluar lewat gate 4 yang ternyata tebakan sayah benar adanya. Asal tau saja kalo salah pintu keluar bisa memutar jauh sekali, kalo sayah lebih memilih masuk lagi ke dalam tanah lalu mencari lagi pintu keluar yang tepat. Meski harus susah payah meniti tangga sedalam 40 m di dalam tanah, yang kalo beruntung sebagian sudah memakai escalator.

Pasar Dongmyo
Ketika jalan-jalan keliling pasar itulah secara tak sengaja sayah melihat komplek Kuil Dongmyo ini. Waktu masuk sayah sempat ragu-ragu sebab di pintu masuknya tidak ada sama sekali penjaganya. Jadi orang bebas saja keluar masuk komplek itu, tapi memang CCTV terlihat di mana-mana.


Kuil Dongmyo ini dibangun sekitar tahun 1599, sebagai penghargaan untuk salah salah satu Komandan Militer China yang bernama Guan Yu. Dinasti Ming yang waktu itu berkuasa merasa perlu melindungi Kerajaan Jeoseon Korea sebagai sekutunya dari serbuan bangsa Jepang yang dipimpin Jenderal Hideyoshi. Konon pada mas aitu sebenarnya ada tiga kuil yang dibangun satu di utara, satu di barat dan satunya lagi di timur kota yaitu Dongmyo ini. Dan kuli Dongmyo ini  satu-satunya yang masih tersisa. selanjutnya biarlah gambar yang berbicara....

Bangunan Utama

Gerbang Dalam

seperti bangunan Penjara

Mendokumentasi lukisan dinding dengan menyalin lukisan
Oh ya, apabila anda ke Seoul jangan lupa untuk mengunjungi Distrik Dongdaemun-gu, sebab dengan jalan kaki saja kita bisa menemukan berbagai peninggalan kuno kerajaan Jeoseon termasuk Kuil Donmyo ini selain Dongdaemun tentu saja. Gratis deh, sayah tunggu di perempatan Seoul yah...



28 komentar:

  1. cara tlacape ya mungkin cantelan yah..?
    berarti slaran juga deket dong..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mondol lah......turu nganah

      Hapus
    2. mau kan tuiter
      kiye siki gari kan pesbuk
      bar kuwe kandi maning..?

      lebaran bali, cuy..?

      Hapus
    3. kalian berdua saling memulangkan diri sanah!

      Hapus
    4. ya sudah selamat berpulang sajah buat yang mau pulang

      Hapus
  2. heuh ....pakai duit sapa mau kesana . sing jelas kesasar mas....hkhkhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. duitnya Lik pacul, Mbak. Daripada dari dulu cuma pamer tok.

      Hapus
    2. Daripada nggak cuma pamer tok lah

      Hapus
  3. dilatar belakangi gedung-gedung tinggi sebagai wujud modernitas masyarakat, ada sebuah bangunan bertema jadul...jadul tapi tetep terpelihara dengan baik...kalau di negara kita, contohnya mana ya Lik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. rumahnya Lik Pacul, Mbak.

      Hapus
    2. Kayaknya kang zach kalo ditengah2 kita contonya

      Hapus
  4. ya ampuun, sekian lama di sana jebule sudah jadi patung di kuil?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampeyan sebagai orang yang berpendidikan tinggi, bekerja di departemen yang berduit, dan yang dituakan di sini ternyata kurang cermat menilai orang. Sayah cuma tikang parkirnya di sini..paham??
      Kalo nggak paham bahaya soalnya....



      Minggu depan ulangan.

      Hapus
    2. dela maning bisnis sapi kuwe...

      Hapus
  5. Kalo di Dongmyo Shrine banyak cowok ganteng kaya di pilem2 Korea nggak?

    BalasHapus
  6. luar biasa kayanya enak banget tuh disana. ^_^

    BalasHapus
  7. itu kompleknya kuli dongmyo ya pak?
    kuli aja kompleknya kereen gituu ya pak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan itu tempat pabrik kuali kok....

      Hapus
  8. lha wong aku mocone komplek kuli kok pak ning ndhuwur ikuu..

    BalasHapus

Silahkeun urun komentar

Bebas aja.....asalken satu, jangan pipis di sini.