Selasa, 02 April 2013

Tentang-Nya


Pangkal agama ialah makrifat tentang Dia, kesempurnaan makrifat (pengetahuan) tentang Dia ialah membenarkan-Nya, kesempurnaan pembenaran-Nya ialah mempercayai Keesaan-Nya, kesempurnaan iman akan Keesaan-Nya ialah memandang Dia Suci, dan kesempurnaan Kesucian-Nya ialah menolak sifat-sifat-Nya, karena setiap sifat merupakan bukti bahwa (sifat) itu berbeda dengan apa yang kepadanya hal itu disifatkan, dan setiap sesuatu yang kepadanya sesuatu disifatkan berbeda dengan sifat itu. Maka barangsiapa melekatkan suatu sifat kepada Allah (berarti) ia mengakui keserupaan-Nya, dan barangsiapa mengakui keserupaan-Nya maka ia memandang-Nya dua, dan barangsiapa memandang-Nya dua, mengakui bagian-bagian bagi-Nya, dan barangsiapa mengakui bagian-bagian bagi-Nya (berarti) tidak mengenal-Nya, dan barangsiapa tidak mengenal-Nya maka ia menunjuk-Nya, dan barangsiapa menunjuk-Nya (berarti) ia mengakui batas-batas bagi-Nya, dan barangsiapa mengakui batas-batas bagi-Nya (berarti) ia mengatakan jumlah-Nya.
Barangsiapa mengatakan "dalam apa la berada", (berarti) ia berpendapat bahwa la bertempat, dan barangsiapa mengatakan "di atas apa la berada" maka ia beranggapan bahwa la tidak berada di atas sesuatu lainnya.
la Maujud tetapi tidak melalui fenomena muncul menjadi ada. la ada tetapi bukan dari sesuatu yang tak ada. la bersama segala sesuatu tetapi tidak dalam kedekatan fisik. la berbeda dari segala sesuatu tetapi bukan dalam keterpisahan fisik. la berbuat tetapi tanpa konotasi gerakan dan alat. la melihat sekalipun tak ada dari ciptaan-Nya yang dilihat. la hanya Satu, sedemikian rupa sehingga tak ada sesuatu yang dengannya la mungkin bersekutu atau yang mungkin la akan kehilangan karena ketiadaannya.

(Nahjul Balaghah, Ali bin Abi Thalib)

42 komentar:

  1. a...... spekless, mbuh lah ora dong enyong

    BalasHapus
  2. iya mas mumet....tapi intinya ini adalah tentang ma'rifatullah yah, sudah menjadi keharusan bagi kita untuk mengetahui siapa yang menhidupkan dan mematikan kita

    tapi mungkin jangan terjebak kepada apa itu dzat Allah tapi berfikirlah dengan apa penciptaan mahluk selain Allah, wis mbuh mas komene apa kiye hehe.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang susah memahami-Nya dengan kata-kata kang..

      Hapus
  3. Dalem banget, bagus utk dijadikan pelajaran ilmu Tauhid tentang sifat 20 Allah. Keren mas....namun utk bisa menuju ke tingkat ma'rifat harus menempuh perjalanan spiritual yg begiittuuuuuu puanjaaannggg. heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi harus bisa Ndah...

      Hapus
    2. iya mas, masih taraf belajar . hee

      Hapus
  4. saya baru tataran nakiroh mas :)

    BalasHapus
  5. ma'rifatullah, materi waktu ngaji di kampus :)

    BalasHapus
  6. hanya berkunjung aja sobat,,

    salam kenal aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. di sini njawabnya, Kang Pacuul

      Hapus
    2. wkwkwkwk...deneng mleset terus yah?

      Hapus
    3. hihihii...dasar orang tuwa

      Hapus
  7. artikel sufi banget nih...berat ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bareng2 ngangkatnya kalo berat kang

      Hapus
    2. ilmu ma'ripat(menurut saya mah, betulkan bila salah).

      tiga hari yang lalu nyambangi eyangnya anak2, dan seperti biasa kalau ngobrol dengan bp, obrolannya dalem seperti artikel diatas...butuh kelapangan hati untuk dapat memahami itu, yang cupet biasanya sangat sulit untuk bisa mencerna ilmu ini..benerkan kang?

      komentarnya panjang kan punya saya?!

      Hapus
    3. kuncinya kelapangan hati kang, betul ituh. dan itu susah bener....


      tumben panjang...wkwkwkwk

      Hapus
  8. saya masih nguatin syari'at dulu mas. insya allah nantinya ke tariqah dan seterusnya. sampai ke postingan di atas. doa in yah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ibarat sekolah harus naik kelas ....semangat

      Hapus

Silahkeun urun komentar

Bebas aja.....asalken satu, jangan pipis di sini.